Laman

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

Beautiful Indonesia


Welcome to Raja Ampat
       - The Realm of the Four Kings

Raja Ampat casts a spell on all who visit – scientists, photographers, novice divers and crusty sea-salts alike. This group of majestic islands, located in the northwestern tip of Indonesia’s Papuan “Bird’s Head Seascape,” lies in the heart of the coral triangle, the most bio-diverse marine region on earth.


As stunningly beautiful above water as it is below, Raja Ampat (which literally translates as “The Four Kings”) has a startling diversity of habitats to explore. Each of these – from the stark wave-pounded slopes that drop away beneath the karst cliffs of Wayag and Uranie to the deep, nutrient-rich bays of Mayalibit, Kabui and Aljui to the “blue water mangrove” channels of Kofiau and Gam to the plankton-rich upwelling areas of Misool and the Dampier Strait – are home to unique assemblages of species that, when taken together, add to produce the most impressive species lists ever compiled for a coral reef system of this size.

Marine tourism, as a sustainable alternative to overfishing, mining, and logging, has the potential to play a key role in the conservation of Raja Ampat’s spectacular underwater realm, while also creating real benefits for the local communities. This website was designed as part of a larger effort to support the growth of sustainable marine tourism in Raja Ampat and the conservation of these magical islands.

Please explore this site to find information on breathtaking diving opportunities, travel logistics, Raja Ampat’s new tourism entrance fee (which directly supports conservation and community development), and the tremendous conservation effort taking place in Raja Ampat.

 

Biodiversity Features in Raja Ampat
and the greater Bird’s Head Seascape (2012)

1,628 species of reef fish in the Bird’s Head Seascape
1,430 species of reef fish in Raja Ampat
42 species of endemic reef fish found only in the Birds Head Seascape
603 species of hard coral recorded in the Bird’s Head Seascape
75% of all known coral species in the world
10 times the number of hard coral species found in the entire Caribbean
57
species of Mantis Shrimp in the Birds Head Seascape
13
species of Marine Mammals in the Bird’s Head Seascape
5
species of endangered sea turtles in the Bird’s Head Seascape

KISAH LEGENDA EMPAT RAJA

Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat. Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut:
Pada suatu saat di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri pergi ke hutan (sebagai perambah hutan) untuk mencari makanan, ketika mereka tiba di tepi Sungai Waikeo (Wai artinya air, kew artinya teluk) mereka menemukan enam butir telur naga. Telur-telur tersebut disimpan dalam noken (kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.
Sampai saat ini belum jelas siapa yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui bahwa masing-masing anak bernama :
  1. War menjadi Raja di Waigeo.
  2. Betani menjadi Raja di Salawati.
  3. Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
  4. Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta)
Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia (kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor. Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.
Oleh karena masyarakat sangat menghormati keberadaan telur tersebut maka dibangunlah sebuah rumah ditepi Sungai Waikeo sebagai tempat tinggalnya dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. (Sumber: Korneles Mambrasar)

SEJARAH RAJA AMPAT

Di tinjau dari sisi sejarah,  Kepulauan Raja Ampat di abad ke 15 merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku. Untuk menjalankan pemerintahannya, Kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini.  Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.
Kabupaten yang memperingati Hari Ulang Tahun setiap tanggal 9 Mei ini sekarang merupakan sebuah Kabupaten di Propinsi Papua Barat yang dimekarkan dari Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Bila kita lihat peta Propinsi Papua Barat maka letak Kabupaten ini terletak di kepulauan sebelah barat paruh burung pulau papua. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari kurang lebih 610 pulau yang memiliki panjang total tepi pantai 753 km. Pusat pemerintahan dan sekaligus Ibukota bagi Kabupaten Raja Ampat adalah sebuah kota yang terletak di Pulau Waigeo, yaitu kota Waisai. (wbp)

5 kota paling terpadat di indonesia 2013

hehehe hello semua,kalian pasti pernah ke kota kota besar seperti jakarta makassar medan dan lain lain.namun sekarang kita akan membahas 5 kota paling terpadat di indonesia 2013 jadi jumlah penduduknya yang di hitung.jika banyak penduduk di suatu kota pasti banyak permasalahannya seperti macet,polusi,kejahatan DLL.oke berikut kota kota terpadat di indonesia.
5.Depok (1.500.000)
Kota Depok, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor. Kata Depok sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti pertapaan atau tempat bertapa
 4.Tangerang (1.900.000)
Kota Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia, tepat di sebelah barat kota Jakarta, serta dikelilingi oleh Kabupaten Tangerang di sebelah selatan, barat, dan timur. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan perkotaan Jabotabek setelah Jakarta.
3.Bekasi (2.200.000)
 Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berada dalam lingkungan megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota besar ke empat di Indonesia.
2.Surabaya (3.400.000)
Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Jawa Timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.
1.D.K.I Jakarta (9.000.000)
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972)